Posted by: mariskova | June 10, 2008

La Tahzan for Broken-Hearted Muslimah

la-tahzan-for-broken-hearted-muslimahMengapa harus kata jatuh cinta yang berada di depan kata cinta?

Apakah cinta memang selalu identik dengan musibah dan malapetaka?

Mengapa harus ada kata mati yang berada di belakang kata cinta?

Apakah cinta memang selalu menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata?

Sejumlah kisah, sejumlah peristiwa, lahir dan tumbuh bersama cinta.

 

Together with Asma Nadia and Lingkar Pena Publishing and the other writers, I wrote the story number 12: The Heart-Breaker. 

La Tahzan for Broken Hearted MUSLIMAH
Asma Nadia, Intan Arifin, Dian Ibung, Dyotami, Dewi Rieke Kustiantari, Novi Khansa’, Me, Amelia Azma, Nasanti, Ummu Alif, Tary, Leyla Imtichanah, Mariskova, Id@ AZ, Esti Handayani.


Responses

  1. Whoaaaaa… Si Tony emang banyak penggermarnya yak? Heartbreaker kelas berat sementara dia sendiri gak menyadari itu. Keekekekekekekkkk…. maju terus Depoy!


Leave a response

Your response:

Categories