Sinopsis:
Beter Hair, Better Luck
Andita Soekardi memang bukan si Barbie yang cantik, langsing, dan berambut pirang indah. Ia cuma cewek biasa yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah institut bahasa asing. Ia cewek normal, impulsif, cerewet, moody, namun baik hati, dan pintar. Ia lumayan pede walaupun berkulit hitam, bertubuh krempeng dan belum punya pacar. Cuma satu yang membuatnya aneh: punya obsesi akut pada rambutnya! Bagi Andita, better hair brings better luck, better love and better life.
Hidup Andita berantakan ketika fotonya masuk ke majalah dan rambutnya disebut sudah out of style. Segala hiburan sahabatnya, Ferry, tidak digubrisnya. Andita malah mendatangi salon tempatnya memotong rambut dengan gaya yang disebut jadul itu, dan menuntut ganti rugi.
Saat menjalani perawatan rambut ganti rugi di salon itulah Andita ketemu Prasta, eksekutif muda ganteng yang lalu jadi curahan hatinya. Kepada Prasta-lah Andita mencurahkan segala unek-uneknya di kantor, proses promosi jabatannya yang bertele-tele, dan nyaris semua cerita dalam hidupnya. Prasta bak Ferry kedua, bahkan lebih.
Tapi kemudian Ricky, sesama pengajar di institut tempat Andita mengajar sepertinya menaruh hati padanya. Jadi, siapa yang harus Andita pilih, Prasta atau Ricky? Apakah benar kondisi rambutnya memengaruhi kehidupan karier dan cintanya?
_______
Right. Finally, my first (individual) fiction novel is published by the Gramedia Pustaka Utama. The novel was edited by Donna and the cover was designed by Eric.
So, guys, I really need your comment on this one. Please please drop some lines and tell me if you like this novel, or you like this novel (hahaha…). Thank youuu…
Love you all!
Posted in published book | Tags: fiction metropop



